Chaptered, Fanfiction, Romance

WHO ARE YOU…? // Part 1

poster-new-2

Title                       : WHO ARE YOU…?

Author                  : Redbaby

Cast                       : Byun BaekHyun (EXO K)

                               Aizawa Yumiko (OC)

                               Lee SunYeong (OC)

                                  Cha Sun Woo (B1A4)

Genre                   : Romance

Rating                   : PG

Disclaimer             : Ini FF baruku yang pertama kali pake main cast dari EXO 😀 . ini bukan FF plagiat (MURNI DARI PEMIKIRAN DARI AKU SENDIRI). Jadi mohon comment dan likenya 😀 DON’T PLAGIARISM AND BASHING J semua cast kecuali Bekhyun dan Baro punyaku sendiri, hehehehe. Oke sekian dulu ceramah gaje dari author 😛 happy reading^^

===>who are you…?<===

Bagaimana menurutmu jika kau tinggal satu rumah dengan seseorang yang sama sekali tidak kau kenal? Pasti kau akan merasa risih bukan? Apalagi dia akan masuk ke kehidupanmu dan nantinya akan merubah segalanya.

Dan…

Itu semua terjadi padaku. Ya…aku akan tinggal dengan seseorang yang tidak pernah aku kenal sebelumnya, ini semua karena orang tuaku yang mengijinkannya tinggal bersama kami dengan alasan dia ingin bersekolah disini, aku heran kenapa dia ingin sekolah didesa? Apa di kota tidak ada sekolah sama sekali?. Aku tidak begitu suka dengan kehadiran orang asing di rumaku, apalagi orang itu tidak aku kenal. Tapi apa boleh buat itu semua sudah di setujui oleh orang tuaku.

Aku duduk dengan malas di kursi meja belajarku dengan membenamkan kepalaku di atas lipatan kedua tanganku. Hari ini aku benar-benar malas untuk melakukan sesuatu. Ku tutup kedua telingaku saat mendengar panggilan dari ibuku yang terus-menerus memanggilku untuk keluar menemui orang itu.

“Baekhyun-ah… Ayo cepat turun! Kasihan dia sudah lama menunggumu”

Aisshh! Kenapa mesti harus menungguku? Memang apa urusanku? Aku benar-benar malas dan tidak ingin menemuinya. Seketika aku terkejut saat pintu kamarku di buka dengan paksa oleh ibuku. Akupun menoleh dengan cepat ke arah pintu dan melihat ibuku yang menghampiriku dengan wajah yang terlihat sangat kesal.

“kau tidak dengar?” tanya ibuku dengan nada yang sedikit meninggi.

“aku dengar kok, berisik”. Jawabku malas.

“kalau begitu, turunlah dan temui dia! Dia sudah menunggu di bawah dari tadi” ucap ibuku dengan nada yang tidak meninggi lagi.

“enak saja sejak kapan aku setuju dia tinggal disini” balasku dengan posisi daguku bertumpu pada lipatan kedua tanganku diatas meja belajarku

“sudah terlambat kalau bicara seperti itu” kata ibuku sambil menarik paksa tanganku untuk keluar kamar yang membuatku hampir terjatuh. Akupun berusaha melepaskan cengkraman dari tangan ibuku, tetapi cengkraman ibu begitu kuat sampai-sampai membuat tangan kananku terasa sakit olehnya.

“maaf, anak ini agak malu-malu” ucap ibuku saat kami sudah berada di depan pintu masuk rumahku sambil terus mencengkram lengan kananku. Aduh, bisakah kau melepaskan cengkramanmu dari lenganku? Ini sungguh sakit. Oh, tuhan kenapa tenaga ibuku sangatlah kuat meskupun ia sudah tua?. Ibu benar-benar tidak memperdulikanku

Dengan terpaksa akupun memperkenalkan diri padanya. “aku Byun Baekhyun”. Ucapku malas tanpa menatapnya.

“ah, namaku Aizawa Yumiko, aku dari Jepang. Senang berjumpa denganmu”. sahutnya dengan penuh semangat. Ternyata dia dari jepang, bahasa koreanya terdengar bagus.

Sejak hari ini gadis itu tinggal dirumahku.

“mari masuk! Disini dingin lho” kata ibuku mempersilahkan gadis itu untuk masuk.

“baiklah, permisi” ucapnya sambil membuka sepatunya dan setelah itu ia pun masuk ke dalam bersama dengan ibuku.

“akan kuantar ke kamarmu nanti”.

“gomawoyo”.

Sementara mereka berdua masuk kedalam, aku masih terdiam di depan pintu sambil memperhatikan sepatu boot berwarna putih milik gadis itu yang letaknya bersebelahan dengan sepatuku.

“ternyata sepatu boot lagi ngetrend di Jepang ya?” gumamku. Di desa seperti ini mana ada sepatu bagus seperti itu.

“sedang apa kau Baekhyun? Ayo cepat sini!”. Aku terkejut mendengar panggilan ibu, dengan cepat aku membalikkan badanku, semoga saja ibu tidak tahu yang aku lakukan. Bisa-bisa ibu mengira aku kampungan.

“andweeee”. Teriakku dan Akupun berlari masuk ke dalam kamar.

“hey…Baekhyun-ah”. Aku tidak menghiraukan panggilan ibu dan langsung menutup pintu kamarku dengan kasar sampai menimbulkan suara dentuman yang lumayan keras. Akupun menyandarkan punggungku di balik pintu dan mengatur nafasku yang tidak karuan karena berlari barusan.

“sial…kenapa juga aku harus lari?”

“Sejak hari ini apakah benar aku akan tinggal dengan gadis itu?”

Setelah nafasku sudah mulai teratur, akupun beranjak menuju tempat tidur dan menghempaskan tubuhku. Pandanganku menerawang ke langit-langit kamarku yang berwana putih, memikirkan semua hal yang terjadi hari ini.

“lagi pula, kenapa gadis itu malah ingin bersekolah di desa? Bahkan dia mau tinggal dengan orang yang tidak ia kenal?” gumamku sambil terus berfikir akan gadis itu.

Seketika pikiranku buyar saat mendengar suara ketukan pintu dan dengan cepat aku mengalihkan pandangan ke arah pintu.

“Baekhyunnie…” seseorang memanggilku dari balik pintu. Tunggu…sejak kapan namaku berubah menjadi Baekhyunnie? Seenaknya saja merubah nama orang, dan Sepertinya aku kenal dengan suara ini. Apakah yang memanggilku saat ini…

“ibumu bilang makan siang sudah siap”. Ucapnya dengan menyembulkan kepalanya dari balik pintu. Aku benar-benar terkejut akan kehadiran gadis itu, pasti ibu yang memberitahukan kamarku padanya.

“i…iya”

Author POV

“waaah…masakan bibi kelihatannya enak”. Seru yumi saat tiba di ruang makan bersama Baekhyun. Nyonya Byun hanya terkekeh pelan mendengar seruan Yumi sambil menata makanan diatas meja.

“waaah…bibi memelihara anjing juga? Anjingnya sangat lucu”. Kata Yumi saat melihat seekor anjing berbulu lebat berwarna putih yang sedang tertidur di bawah meja makan sambil mengelus pelan kepala anjing itu.

“jangan mengganggunya!” sungut Baekhyun sambil menggeser kursi dan langsung duduk bersiap mengambil makanan yang telah di siapkan oleh ibunya.

Kini mereka bertiga terlihat asyik menikmati hidangan makan siang tanpa ada sepatah kata yang terlontar dari mulut masing-masing. Sementara anjing yang tadinya di elus oleh Yumi terlihat tidur dengan lelap tanpa merasa terusik.

“kau datang kesini untuk sekolah?” tanya nyonya Byun membuka topic pembicaraan. “ayahmu pasti sangat khawatir”.

Mendengar pertanyaan nyonya Byun Yumi menghentikan aktifitas makannya dan menatap wanita paruh baya yang duduk di hadapannya dengan tersenyum manis. “ne, sebenarnya ayahku lahir di kota ini”.

Sementara Yumi dan nyonya Byun tampak asyik ngobrol, Baekhyun hanya memperhatikan mereka dengan tatapan malasnya. Benar-benar obrolan yang membosankan pikirnya. Terlihat rona kekesalan di raut wajahnya saat memperhatikan Yumi yang begitu terlihat akrab dengan ibunya. Dengan kasar ia memasukkan makanan ke dalam mulutnya sambil terus memperhatikan keduanya.

‘pantas saja bahasa koreanya terdengar bagus dan lancar’

“ah…”

Baekhyun begitu terkejut saat Yumi melemparkan pandangan kearahnya yang kebetulan saat itu ia tengah memperhatikan gadis itu, dengan cepat ia menundukkan kepalanya sambil terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Ia takut jika ia ketahuan tengah memperhatikan gadis itu.

“sepertinya Baekhyun seumuran denganku ya, berarti nanti kita akan satu sekolah?” seru Yumi dengan tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya yang putih. Sementara itu Baekhyun terlihat salah tingkah akibat ulahnya sendiri.

“eh…iya, soalnya disini sekolahnya hanya satu”. Jawab Baekhyun dengan suara yang begitu kecil, terdengar seperti orang yang sedang berbisik.

“kenapa suaramu kecil sekali Baekhyun-ah? Yumi tidak mendengar apa yang kau katakan”. Tanya nyonya Byun heran, tidak biasanya anak lelakinya seperti itu. Baekhyun hanya mengercutkan bibirnya mendengar ucapan ibunya.

“kalau begitu Baekhyun-ah karena kamu senggang, bisa antar Yumi ke sekolah dan melihat-lihat?” tanya nyonya Byun. Sementara itu Baekhyun terperanjat dan kedua mata lelaki itu membulat sempurna

“kenapa harus aku?”

“bukannya lebih bagus? Dari pada bermain-main dengan anjingmu?”. Mendengar pecakapan antara Baekhyun dan ibunya dengan menyebut peliharaan di rumah itu, anjing yang sedari tadi tertidur merasa terusik sekaligus tersindir lau membuka sebelah matanya dan seolah tidak ingin mengambil pusing, anjing itu kemudian menutup matanya lagi lalu kembali tertidur.

“kenapa bisa begitu? Hari ini saja baru bertemu” sungut Baekhyun berusaha untuk protes dan menolak perintah ibunya. ‘jangan bercanda! mau ngobrol apa nanti…’ batinnya.

“ehm…tidak masalah Baekhyunnie” ujar Yumi sambil tersenyum lebar.

‘tapi itu masalah bagiku’

>>> 

Udara saat itu sangat dingin walaupun sebentar lagi musim gugur akan tergantikan oleh musim semi. Salju di sekitar rumah terlihat menutupi jalan dan juga atap genteng. Yumi mengusap-usapkan kedua tangannya agar terasa lebih hangat.

“uhh ah…di luar sangat dingin” gumam Yumi sambil meniup kedua telapak tangannya agar merasa hangat. “sudah maret tapi salju belum mencair”.

Baekhyun berjalan menuju belakang rumah tempat dimana ia menaruh sepeda yang setiap hari ia gunakan untuk pergi ke sekolah, sementara Yumi mengikutinya dari belakang.

“ini kupinjami sepeda, lurus saja nanti sampai di sekolah” ujar Baekhyun sambil menyodorkan sepeda pada Yumi.

“kau tidak ikut?” tanya Yumi bingung.

“sepedanya Cuma satu…kalau jalan kaki satu jam”

“kalau begitu kau bonceng aku saja, mau kan?” ucap Yumi dengan semangat. Baekhyun terperanjat dengan tawaran Yumi untuk membonceng gadis itu.

“kau…ah, pokoknya tidak” bentak Baekhyun geram.

“kenapa?”. Tanya Yumi dengan mengerutkan alisanya, ia terlihat bingung dan tidak mengerti akan sikap Baekhyun yang terlihat menyembunyikan sesuatu sehingga membuat lelaki itu menolak untuk memboncengnya dan juga jalan berdua dengannya.

“ya, soalnya…kita kan belum terlalu kenal”. Jawab Baekhyun sedikit ragu.

“kalau begitu sambil jalan, sambil kenalan ya”. Ujar Yumi yang kini telah duduk di atas sepeda dengan tersenyum lebar.

“m..mana bisa secepat itu”

“jangan dipikirkan, ayo…ayo”. Potong Yumi santai dengan menepuk-nepuk sepeda, mengisyaratkan agar Baekhyun cepat menaiki sepeda.

“kenapa kau ingin di bonceng? Sudah ku bilang, kau tinggal lurus saja dengan sepeda ini”. bentak Baekhyun.

“mana mungkin aku pergi sendiri”. Sahut Yumi dengan suara yang tak kalah tinggi.

“kenapa? Padahal tinggal lurus saja kan”.

“aku tidak bisa naik sepeda”.

Baekhyun yang akhirnya mengalah untuk membonceng Yumi, siang itu melajukan sepedanya dengan lumayan kencang melewati tepi sungai desa itu. Yumi yang saat itu sangat menikmati pemandangan yang terpampang dihadapannya, baru kali ini ia merasakan keindahan alam dan sekaligus dapat menghirup udara yang begitu segar. Selama tinggal di kota yang ia lihat hanyalah bangunan yang menjulang tinggi dan menghirup udara yang telah tercemar dengan asap kendaraan yang berlau lalang.

“hebat, kau kencang sekali”.

“jangan sampai lidahmu tergigit”.

“menyenangkan sekali”. Seru Yumi dengan tertawa lepas, seolah beban yang ada pada dirinya hilang begitu saja. Sementara Baekhyun tak henti-hentinya menggerutu dalam hatinya.

‘keterlaluan…gadis ini bahkan tidak bisa naik sepeda’

“udaranya segar, langitnya juga biru”. Ucap Yumi dengan menggerak-gerakkan kakinya saking senangnya, sehingga membuat sepedanya oleng dan hampir mereka berdua jatuh ke sungai kalau saja Baekhyun tidak bisa mengendalikan laju sepedanya.

“hey, jangan banyak bergerak!” teriak Baekhyun memperingati Yumi agar diam dan tidak bergerak. Dengan kuat Yumi menggenggam ujung jaket milik Baekhyun agar ia tidak terjatuh.

‘sebaiknya dia cepat-cepat beli mobil atau…mulai musim semi aku harus memboncengnya ke sekolah setiap hari, tapi aku tidak akan melakukannya walaupun harus mati’. Sungutnya dalam hati. Tanpa di sadari oleh Baekhyun gadis itu tersenyum bahagia sambil memegangi dadanya yang kala itu jantungnya berdegup kencang.

Dari arah kejauhan terlihat sebuah traktor yang dikendarai oleh seorang pria bertubuh tambun menggunakan topi melambaikan tangannya kearah Baekhyun. Lelaki itu terlihat panic saat sepeda dan juga troaktor milik pria itu semakin mendekat, ia taku kalau pria itu berfikiran yang tidak-tidak saat melihat dirinya naik sepeda dengan seorang gadis.

“hai, Baekhyun-ah…” sapa pria bertubuh tambun itu. “sedang kencan diatas sepeda ya?” goda pria yang bernama paman Jung itu sambil tertawa mengejek. Mendengar ucapan yang dilontarkan oleh paman Jung, Baekhyun sangat terkejut dan terus menembah kecepatan laju sepedanya jika tidak paman Jung akan mengatakan yang tidak-tidak nantinya.

“enak saja”. Gumam Baekhyun kesal.

“ saya Aizawa Yumiko yang tinggal di rumah Baekhyun! Mohon bantuannya”. Teriak Yumi memperkenalkan dirinya sambil melambaikan tangannya.

“hey, jangan bicara seperti itu”.

“oh…bantuan ya? Hahahaha”. Sahut Paman Jung dengan tertawa lepas sampai traktor yang dikendarainya telah menjauh.

“siapa orang itu?”. tanya Yumi dengan tatapan polos.

“paman itu tunggal dekat sini”.

Kini kegelisahan yang dirasakan oleh Baekhyun semakin besar saat keduanya melewati sebuah taman bermain, yang saat itu banyak anak laki-laki yang sedang bermain sepak bola. Mereka merupakan junior Baekhyun saat di SMP dulu. Ia takut mereka akan beranggapan yang sama dengan paman Jung saat melihatnya bersama dengan seorang gadis.

“ah, Baekhyun sunbae!!”. Teriak laki-laki berambut coklat saat melihat Baekhyun melintas di hadapannya.

“lihat! Dia bawa seorang gadis!” sahut anak yang bertubuh gemuk sambil menunjuk kearah mereka berdua.

“jangan berisik! Dasar bocah”. Teriak Baekhyun kepada sekumpulan anak laki-laki yang telah menggodanya saat membonceng seorang gadis. Selam ini seorang Byun Baekhyun tidak pernah jalan berdua dengan seorang gadis, dan ini kali pertama mereka melihat Baekhyun dengan seorang gadis.

“ternyata kau terkenal juga ya Bekhyunnie, semua orang didesa ini mengenalmu”. Ucap Yumi saat mereka melewati kumpulan anak laki-laki itu.

“tentu saja, aku kan dari desa ini juga”. Jawab Baekhyun ketus sambil terus mengayuh sepeda menuju sekolah baru mereka.

‘sial…sial! Kalau bertemu lebih banyak orang lagi, pasti aku akan menjadi bahan gossip nantinya’

“kamshamnida”.

Seorang gadis berambut panjang berwana hitam dengan menggunakan celana jins dan hanya mengenakan baju kaos lengan panjang bermotif garis-garis berwarna hitam putih terlihat keluar dari sebuah minimarket dengan membawa kantong plastic yang berisi belanjaan yang ia beli dari minimarket tersebut.

‘’Sunyeong’’. gumam Baekhyun saat ia melihat seseorang yang tidak asing lagi baginya, ia benar-benar terkejut saat melihat orang itu. Dan saat ini Baekhyun terlihat sangat panic, ia bingung harus berbuat apa agar gadis itu tidak meihatnya sekarang, apalagi saat ini ia sedang bersama dengan seorang gadis. Dia tidak ingin itu terjadi, dengan cepat Baekhyun menyuruh Yumi untuk turun dari sepedanya.

“Hey, cepat turun dari sepeda! Cepat!”. Perintah Baekhyun agar Yumi turun dari sepeda, sedangkan Yumi terlihat bingung dengan tingkah Baekhyun kali ini, Yumipun menuruti perintah lelaki itu untuk turun. “eh, kenapa?”. Tanya Yumi heran.

“tidak, tidak apa-apa…ku kira ban sepedanya bocor”. Jawab Baekhyun asal, agar gadis itu tidak curiga padanya, dan mungkin itu alasan yang lumayan tepat untuk saat ini pikirnya.

‘sial sekali harus menghadapi situasi ini sekarang’

Gadis bernama Sunyeong itu terlihat asyik memakan ice cream yang ia beli sambil bersandar didepan pintu kaca minimarket tersebut sementara tangan kirinya menenteng kantong belanjaannya. Tak jauh dari Sunyeong berdiri terlihat Baekhyun yang sedang berpura-pura memeriksa keadaan ban sepeda miliknya.

“taka apa”. Tanya Yumi yang juga ikut melihat keadaan sepeda tersebut.

“ah, iya”.

Setelah mengetahui ban sepedanya tidak bocor, Yumipun berdiri dan meregangkan sedikit ototnya karena badannya merasa sedikit pegal karena duduk di atas sepeda. Iapun mengedarkan pandangannya ke sekitar jalanan tempat ia berdiri sekarang. Tak sengaja pandangan matanya melihat sosok seorang gadis berambut panjang yang sedang asyik memakan ice cream didepan minimarket. Sejenak ia terlihat berfikir, apakah gadis itu yang menyebabkan Baekhyun bertingkah aneh? Pkirnya.

“apa kau mengenal gadis itu? itu, gadis cantik berambut panjang disana”. Tanya Yumi.

Mendengar pertanyaan Yumi, Baekhyun terpekur dan langsung menghentikan aktifitasnya. Apakah Yumi tahu jika ia bersikap konyol seperti ini karena Sunyeon? Dengan cepat ia berdiri dan membalikkan badannya mengarah pada Sunyeong.

“ah..d…dia…teman sekolahku waktu SMP, kita satu SMA juga”. Jawab Baekhyun gugup, Yumi hanya ber’oh’ ria menjawab ucapan Baekhyun. Yumi tersenyum licik sembari melirik Baekhyun yang sedang memandangi gadis itu, ada sebuah ide yang muncul di otaknya.

“akan kusapa dia”. Ucap Yumi sambil berlari mendekati Sunyeong. Baekhyun terkejut dengan apa yang di ucapkan Yumi, apa yang akan ia lakukan?. “hey…apa yang akan kau lakukan?”.

“Hai…”. Sapa Yumi. Mendengar seseorang menyapanya, dengan cepat ia menoleh kearah sumber suara tersebut. “eh…”. Sunyeong bingung dengan kedatangan gadis itu dan langsung menyapanya, padahal ia sama sekali tidak mengenal gadis itu.

“kenapa kau tiba-tiba…”. Bentak Baekhyun saat menghampiri Yumi. Tetapi perkataannya terpotong saat Sunyeong melihat dirinya yang datang dengan tiba-tiba.

“Baekhyun…”.

“maaf Sunyeon-ssi…gadis ini”. Belum sempat Baekhyun menyelesaikan ucapannya, dengan cepat Yumi memotongnya.

“oh, jadi namanya Sunyeon”.

Kini Baekhyun benar-benar merasa kesal dengan tingkah Yumi yang seenaknya seperti itu, ingin sekali ia menghajar gadis itu sekarang juga karena telah membuat dirinya malu dihadapan banyak orang. Kalau begini ceritanya lebih baik ia sembunyi saja dan tidak usah menampakkan dirinya ssat ini.

“pertemuan pertama, namaku Aizawa Yumiko aku pindahan dari jepang, dan mulai hari ini aku serumah dengan Baekhyun”.

Apa? Gadis ini benar-benar sudah keterlaluan. Enak saja ia membeberkan kesemua orang bahwa ia tinggal satu rumah dengan Baekhyun, apa yang dipikirkan gadis ini?. Baekhyun sangat terkejut dengan ucapan Yumi, sementara Sunyeon juga tak kalah terkejutnya dengan Baekhyun. Apa ia tak salah dengar? Baekhyun satu ruamah dengan seorang gadis? Yang ia tahu lelaki itu tidak mempunyai saudara perempuan.

“tinggal serumah?”. Ujar Sunyeong dengan alis yang berkerut, ia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh gadis itu.

“dia ini anak dari teman ayahku dan dia pindah kesekolah kita musim semi ini. karean tidak ada tempat lain, makanya dia tidak ada pilihan selain…” ucap Baekhyun menengahi suasana yang tak terduga ini, ia menjelaskan semuanya agar Sunyeong tidak berprasangka buruk terhadapnya. Tetapi lagi-lagi, ucapannya terpotong oleh Yumi.

“lalu aku minta Baekhyun mengantarkanku kesekolah”. Kata yumi bersemangat. Sementara itu Sunyeong yang tadinya tidak mengerti akhirnya paham setelah Baekhyun berusaha menjelaskan semuanya padanya.

“namaku Lee Sunyeong, kau bisa memanggilku Sunyeong”. Ucap Sunyeong memperkenalkan diri dengan tersenyum manis.

“ne…aku juga mengandalkanmu sunyeong-ssi”. Balas Sunyeong dengan tersenyum lebar.

“baiklah…aku juga mengandalkanmu Yumi-ssi”.

‘Haahh..selamat, asal tidak ada salah paham saja…’

Kini mereka terlihat sudah akrab satu dengan yang lainnya, walaupun di awali dengan pertemuan yang cukup membungungkan dan juga sedikit aneh. Kini mereka bertiga tengah berjalan bersama menuju sekolah baru yang akan mereka tempati musim semi nanti. Sunyeong yang tadinya ingin segera pulang, tetapi di tahan oleh Yumi yang memintanya untuk ikut pergi bersamanya ke sekolah baru mereka, awalnya Sunyeong sempat menolak tetapi karena Yumi yang terus menerus memohon, akhirnya Sunyeongpun mengiyakannya. Sementara itu Baekhyun hanya mengikuti mereka dari belakang sambil menuntun sepedanya. Tidak ada yang bisa ia lakukan saat ini, karena ia sangat gugup dan sekaligus bingung harus bicara apa, yang ia lakukan hanyalah diam.

“kau itu cantik, bodymu juga bagus. Pasti banyak laki-laki yang suka padamu”. Ujar Yumi. Mendengar itu Baekhyun terperanjat, darah di sekujur tubuhnya berdesir hebat dan jantungnya berdegup kencang saat ini. Sunyeong tersenyum kaku atas ucapan Yumi.

“apa kau sudah mempunyai kekasih?”. Pertanyaan Yumi sukses membuat Baekhyun terkejut dan mengangkat kepalanya yang tadinya menunduk. Apa yang dikatakan gadis itu?.

“kenapa kau bertanya seperti itu, Yumi?”. Tanya Baekhyun dari arah belakang dengan nada yang sedikti meninggi. Seketika mereka menghentikan langkahnya dan membalikkan badan menghadap Baekhyun yang kala itu terlihat kesal.

“kenapa? Aku kan hanya bertanya…apa itu salah?”. Tanya Yumi balik.

“kau itu sungguh tidak sopan?”. Balas Baekhyun.

“maksudmu? Aku kan hanya bertanya saja, apakah itu menurutmu tidak sopan?”.

“tidak seharusnya kau bertanya hal yang seperti itu pada orang lain! Apalagi itu dengan orang yang baru kau kenal”.

Mendengar perkelahian antara Baekhyun dan Yumi, Sunyeong berusaha menenangkan mereka berdua. “a..aku, tidak mempunyai kekasih”.

Dengan cepat Baekhyun melemparkan pandangannya kearah Sunyeong. Mendengar ucapan Sunyeong Baekhyunpun bernafas lega. Seulas senyum terpancar di wajahnya. Melihat ekspresi yang di tunjukkan Baekhyun Yumipun mengerutkan alisnya.

‘apa ia menyukai Sunyeong?’

TBC

Fiuuh,,,akhirnya selesai juga ff abal-abal ini hahahahaha. Bagaimana menurut kalian cerita yang aku buat ini? pasti membosankan ya? Huuuuu, jadi sedih #hadeeh apaan pula aku ini#. oke walaupun ceritanya tidak menarik semoga readers menyukai ff ku ini *bow*.

Mungkin ff yang berjudul SACRIFICE agak lama rampungnya karena aku sendiri sedikit sibuk sama kuliah apalagi udah mulai UTS dan banyak tugas yang menumpuk jadi agak kesulitan membagi waktu untuk sekedar ngelanjutin ff yang aku buat 😀

Oke sekian dulu dari saya…KAMSHAMNIDA^^ JJJJJ

Advertisements

返信を残す~ Arigato^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s