Chaptered, Family, Fanfiction, Friendship, Romance, Tragedy

SACRIFICE // Part 2

NEW-POSTER SACRIFICE

Title                      : SACRIFICE

Author                 : Redbaby

Cast                       : Lee Taemin (SHINee)

                                No Minwoo (BOY FRIEND)

                                Choi Jin Ri (Fx)

                                Kang Yunjoo (OC)

                                Yesung (SUPER JUNIOR)

                                Lee Hongki (FT ISLAND)

                                Ren (Nu’EST)

                                Seungri (BIG BANG)

                                Byun Baekhyun (EXO K)

                                Oh Sehun (EXO K)

                                Park Chanyeol (EXO K)

Support Cast      :Jung YongHwa (CN BLUE)

                                Alice (OC)

                                Etc. (you can find this ff story)

Genre                    : Tragedy, Family, Life, Friendship, Romance

Rating                   : G ­- (General)

Disclamer          : Ini bukan ff pertama yang author buat, ff ini author udah pikirin mateng-mateng (?). semua cast pas banget sama karakter di cerita ini, ya…walaupun meleset dikit dari aslinya mereka. Hehehe, Alice dan Kang Yunjoo adalah buah imajinasi dari author kalau yang lainnya milik Tuhan dan agensi mereka masing-masing. Yaudah dari pada dengerin cuap-cuap dari author yang ga penting ini,mending langsung capcus aja ke ceritanya. Mian ya kalau dikit gaje dan banyak typo nya. Happy reading semua ^_~

~$$$~

Although you hate me

I’ll still love you Hyung

Although this life will be at stake

Siang itu sekolah Chungwon high School tidak lagi ramai seperti beberapa menit yang lalu karena para siswa sudah meninggalkan sekolah dan pulang ke rumah masing-masing, hanya ada beberapa siswa saja yang masih terlihat disana karena ada beberapa kelas yang akan mengikuti pelajaran tambahan hari itu. Tampak seorang lelaki sedang berjalan dengan kepala menunduk dan kedua tangannya ia masukkan ke kantong celananya sedangkan kakinya sibuk menendang-nendang krikil kecil yang ia lewati. Lelaki itu tampak terlihat murung entah apa yang menyebabkannya hingga lelaki itu terlihat tidak bersemangat.

“minwoo~ya”

Merasa namanya di panggil oleh sesesorang sontak lelaki yang bernama Winwoo itu menghentikan langkahnya, sedangkan kepalanya yang tadinya menunduk kini terangkat dan menoleh ke arah sumber suara yang telah memanggilnya, seulas senyum nampak di wajahnya kala melihat orang yang tadi memanggilnya berlari ke arahnya.

“kau sendiri?”

Winwoo menggangukkan kepalanya menjawab pertanyaan dari orang yang kini berjalan beriringan dengannya.

“mana Baekhyun?”

“tadi aku ada urusan sebentar jadi aku menyuruhnya pulang terlebih dahulu” jawab Minwoo “kau juga sendiri?”

“Alice di panggil oleh guru Shin karena nilai matematikanya turun oleh karena itu aku terpaksa pulang sendiri hari ini dan kebetulan sekali aku melihatmu, apa kau mau pulang bersamaku?”

“hmm…ide yang bagus Yunjoo…kajja”

Gadis yang bernama Yunjo itu tersenyum senang karena Minwoo menerima ajakannya untuk pulang bersama, merekapun berjalan menuju halte bis yang berada tidak jauh dari sekolah. Minwoo dan gadis itu merupakan teman satu kelas dan arah rumah mereka juga satu arah tidak jarang mereka pulang bersama seperti sekarang ini.

~$$$~

Di tengah bisingnya suara kendaraan yang berlalu-lalang dan ramainya para pejalan kaki pada malam itu, terlihat sosok seorang namja sedang berjalan dengan langkah gontai di tundukkannya kepalanya ke bawah memandangi jalan beraspal yang kini sedang ia lalui, sembari kedua tangannya ia masukkan ke dalam kantong celana panjangnya dan kakinya sibuk menendang-nendang benda kecil yang tak bersalah yang dilihatnya. Lelaki itu tampak masih menggunakan seragam sekolahnya.

Kau sudah mengecewakan ibumu

Lagi…kata-kata itu terus terngiang di otaknya entah kenapa hanya mengingat empat kalimat itu mampu membuatnya merasa terpukul, sedih, dan juga sekaligus kecewa, ya…kecewa pada dirinya sendiri karena ia tidak bisa menepati janjinya kepada seorang wanita yang begitu ia sayangi untuk menjadi seorang anak yang pintar dan baik, dalam hatinya ia selalu merutuki dirinya sendiri dan juga menyesali dirinya yang sekarang. Tapi itu semua tidak akan ada gunanya jika kita sendiri tidak bisa merubah diri menjadi lebih baik dari sekarang, bukan? Apakah dengan penyesalan dan menyalahkan diri sendiri itu akan merubah segalanya? Tentu saja jawabannya…tidak…itulah yang di pikirkannya saat ini.

Kini ia mengangkat kepalanya dan memandangi langit yang kala itu di hiasi benda-benda kecil yang berkilauan terlihat begitu cantik dan indah, ia berusaha untuk menenangkan pikirannya dengan memandangi langit malam kala itu sambil terus berjalan menembus dinginnya udara malam.

Tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang bergetar di dalam kantong celananya dan itu berhasil membuat apa yang dipikirkannya saat ini buyar seketika. Di ambilnya benda tersebut di dalam kantong celananya, setelah itu ia melihat layar handphonenya dan ternyata ada panggilan masuk sejurus kemudian alisnya mengernyit mana kala melihat ada pemberitahuan bahwa 20 panggilan tak terjawab dari nama kontak yang sama, lelaki itu benar-benar tidak menyadari bahwa sedari tadi ada panggilan masuk, bukan…lelaki itu bukannya tidak menyadari tetapi lelaki itu sengaja membiarkan handphonenya terus berbunyi tanpa ada niatan untuk menjawab. Tetapi kali ini ia mengubah pikirannya untuk menjawab panggilan tersebut siapa tahu ada sesuatu yang penting, pikirnya.

“yob…” belum sempat menyelesaikan ucapannya sesorang yang berada di seberang telepon tersebut memotongnya dengan cepat.

“YA! Lee Taemin kau kemana saja, huh? Kenapa kau tidak mengangkat telepon dariku? Kau tahu dari tadi oemmamu meneleponku terus menanyakan keberadaanmu, beliau sangat menghawatirkanmu dan aku sebagai sahabatmu juga menghawatirkanmu, se…” kata penelepon itu dengan berteriak membuat Taemin mau tidak mau menjauhkan handphonenya itu dari telinganya.

“YA! Lee Hongki bisa tidak suaramu di kecilkan sedikit tidak usah berteriak seperti itu, bisa-bisa aku tuli karena mendengar teriakanmu itu” balas Taemin dengan cepat memotong ucapan sahabatnya itu. “kau itu seperti seorang ibu-ibu yang sedang memarahi anaknya, untung saja aku tidak mempunyai ibu seperti mu kalau tidak aku bisa gila setiap hari mendengar teriakan dan ocehanmu, ah…tapi aku memang tidak mau mempunyai ibu seperti mu” ucap Taemin dengan bergidik ngeri saat membayangkan kalau ia mempunyai ibu yang cerewet dan suka berteriak seperti Hongki.

“mwo? Kau bilang apa? Aku seperti ibu-ibu?, YA! Beraninya kau mengataiku Lee Taemin? Lihat saja aku akan membunuhmu jika kau datang ke rumahku” balas Hongki tidak terima dengan perkataan Taemin, dan untuk yang kedua kalinya Taemin harus menjauhkan kembali handphone dari telingannya karena mendengar teriakan dari Hongki.

“aissh…kau ini emosian sekali Hongki~ya” cibir Taemin.

“A…a…aisssh…sudahlah percuma berdebat dengan mu, sekarang kau ada di mana? Oemmamu menghawatirkanmu Taemin~ah, sudah satu minggu kau menginap dirumaku dan kau sama sekali belum pernah pulang ke rumahmu apalagi mengabari orang tuamu” ujar Hongki dengan tidak berteriak lagi dan berusaha menahan kekesalannya terhadap Taemin. Sedangkan Taemin yang tadinya sempat tertawa kecil karena berhasil membuat sahabatnya itu kesal kini berubah dengan ekspresi wajah yang sulit di artikan, lelaki itu diam membisu saat mendengar penjelasan Hongki, sahabatnya itu benar sudah satu minggu ia tidak pulang kerumahnya. Sebenarnya ia ingin sekali pulang tetapi rasa kebenciannya terhadap oemmanya membuat dirinya tidak ingin berada di rumah itu dan sekaligus tidak ingin melihat wanita itu.

“Taemin~ah…kau masih di sana kan?” kata Hongki memastikan Taemin masih berada di tempatnya saat ini dan mendengar ucapannya, karena sedari tadi sahabatnya itu hanya diam tidak menjawab pertanyaan darinya. Mendengar panggilan dari Hongki, Taemin pun tersadar dari lamunannya.

“Eh..i…iya aku masih disini dan sebentar lagi aku akan pulang dan…maaf sudah merepotkanmu Hongki~ya” jawab Taemin datar.

“tidak apa-apa Taemin~ah kau itu sahabatku tidak usah sungkan seperti itu..oh ya, tadi Yesung hyung juga meneleponku menanyakan apakah kau sudah pulang atau tidak, apa kau sudah bertemu dengannya?”

“eh…ne aku sudah menemuinya”

“ya sudah sekarang kau cepatlah pulang dan hati-hatilah”

ne

Setelah sambungan teleponnya terputus Taemin pun menghela nafasnya pelan dan kemudian melanjutkan perjalanannya.

~~~

Bruuukk

Tiba-tiba seseorang dari arah belakang menabraknya hingga membuatnya terhuyung ke belakang. Dan pelaku yang menabraknyapun hampir terjatuh jika orang itu tidak bisa menjaga keseimbangannya.

“hei…kalau jalan lihat-lihat dong! Jangan seenaknya menabrak orang” bentak Taemin setelah membenarkan posisinya sembari mengusap lengannya yang terasa sakit karena tabrakan tadi yang lumayan sedikit keras, sedangkan pelaku itu terliaht panic dan takut seperti ada setan yang mengejarnya.

“joesonghabnida…joesonghabnida” berkali-kali orang itu meminta maaf sembari membungkukkan badannya. Dari suaranya terdengar sekali bahwa orang itu adalah seorang gadis.

“hei…berhenti kau!!!”

Tiba-tiba segerombolan namja berlari menuju arah mereka berdua sontak Taemin dan gadis yang berada di hadapannya menoleh kea rah sumber suara, Taemin mengernyitkan alisanya bingung melihat enam orang namja sedang berlarian menuju ke arahnya. Sedangkan pelaku yang menabraknya itu terlihat sangat panic dan ketakutan.

“eh…aku mohon tolong aku” kata gadis itu memohon sembari menarik-narik lengan Taemin, sedangkan Taemin terlihat tambah bingung dan tidak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini.

“aku mohon tolong aku! Mereka akan membunuhku” mohonnya lagi yang sekarang terlihat semakin ketakutan kala enam orang namja itu semakin mendekat.

“membunuhmu?” tanya Taemin bingung.

ne…tidak ada waktu lagi sebentar lagi mereka akan menangkapku dan akan membunuhku” kini ia semakin panic dan berharap lelaki yang ada di hadapannya ini berbaik hati akan menolongnya.

“t..tapi”

“nanti akan aku jelaskan sekarang tidak ada waktu lagi…aku mohon” katanya lagi sembari melirik ke arah para namja itu yang kini sudah semakin mendekat. Sedangkan Taemin juga melihat ke arah gerombolan itu yang sudah semakin mendekat.

“ikut aku!” kata Taemin yang dengan cepat menarik tangan gadis itu untuk mengikutinya dan kini mereka berdua berlari menjauhi gerombolan namja yang sekarang sedang mengejar mereka.

Mereka berdua terus berlari agar tidak tertangkap dan dengan erat Taemin mengenggam tangan gadis itu, dengan sekuat tenaga gadis itu berlari mengikuti lari Taemin yang begitu cepat sembari tangan kanannya memegangi topi yang sedari tadi akan terjatuh.

Kini mereka berdua melewati lorong pertokoan yang terlihat sangat sepi dan sedikit gelap hanya ada dua lampu yang menerangi jalan lorong itu karena sisanya sudah rusak tidak berfungsi lagi.

Sedangkan enam namja yang mengejar mereka terus mengikuti kemana arah dua orang itu dan mereka juga melewati lorong sepi yang di lalu oleh Taemin dan gadis itu.

Saat mereka berlari jalan itu sudah buntu dan mereka berhenti sejenak untuk menentukan kemana mereka harus berlari sekarang, kemudian Taemin melihat lorong kecil dan tanpa pikir panjang ia menarik gadis itu untuk masuk ke lorong kecil itu dan kebetulan sekali di sana ada tong sampah yang lumayan besar dengan cepat Taemin kembali menarik gadis itu untuk bersembunyi disana. Mereka bersembunyi di balik tong sampah itu dengan berjongkok di bawahnya.

Dan enam namja itu sudah sampai dimana kedua orang itu sempat berhenti sejenak kini mereka kehilangan jejak dua orang yang mereka kejar.

“sial…kemana larinya mereka” kata salah satu dari mereka yang badannya terlihat lebih besar sedangkan kelima orang lainnya mengedarkan pandangannya ke smua penjuru tempat di sekitar lorong itu.

Sedangkan di tempat persembunyian mereka berusaha untuk tidak mengeluarakan suara agar orang-orang itu tidak mengetahui keberadaan mereka, tetapi tiba-tiba gadis itu merasakan ada sesuatu yang merayap di lengannya dan dengan sangat berhati-hati gadis itu melirik kea rah lengannya, matanya melebar saat mengetahui sesuatu yang bergerak itu adalah seekor laba-laba, Taemin yang mengetahui gelagat gadis itu dengan cepat membungkam mulutnya yang kala itu akan berteriak ketakutan melihat laba-laba yang merayap di lengannya.

Mendengar suara yang sedikit gaduh di sebuah lorong kecil dimana tempat bersembunyinya Taemin dan gadis itu, kemudian salah satu dari enam orang itu melihat kea rah sumber suara dari lorong itu karena di liputi rasa penasaran dan curiga ia pun sedikit demi sedikit mendekat ke arah lorong itu siapa tahu orang yang mereka cari bersembunyi di sana,pikirnya. Saat namja itu sudah semakin mendekat….

Meoonggg

Tiba-tiba seekor kucing melompat dari dalam tong sampah yang berada di lorong itu yang sontak membuat namja itu terkejut dan terhuyung kebelakang.

“aissh…ternyata hanya seekor kucing, dasar kucing sialan” umpat namja itu pelan.

Tak kunjung menemukan orang yang mereka cari keenam namja itupun memutuskan untuk pergi dari tempat itu.

Setelah memastikan keadaan sudah aman dan tidak ada lagi orang-orang yang mengejar mereka berada disana, Taemin sedikit menyembulkan kepalanya melihat keadaan apakah benar-benar sudah aman atau tidak?. Kini mereka bisa bernafas dengan lega karena orang yang mengejar mereka sudah pergi dari sana.

“kyaaaaaaa…” tiba-tiba gadis itu berteriak saat menyadari bahwa laba-laba itu masih berada di lengannya, gadis itu pun berlari keluar dari lorong itu sembari mengibas-ngibaskan tangannya guna menyingkirkan hewan itu dari lengannya. Setelah berhasil menyingkirnya gadis itu bernafas lega sudah tidak ada lagi hewan yang menjijikkan itu. Sedangkan Taemin sibuk membersihkan pakainnya karena kotor akibat bersembunyi di dekat tong sampah yang bau dan kotor.

gomawo” ucap gadis itu sembari tersenyum kepada Taemin yang kala itu sibuk membersihkan pakainnya. Sementara itu mendengar ucapan terima kasih dari gadis itu Taeminpun mengangkat kepalanya dan menghentikan aktifitasnya menatap gadis yang berada tidak jauh darinya.

“kau benar-benar meyusahkanku” jawab Taemin ketus dan beranjak meningglakan tempat itu, melihat sikap Taemin yang seperti itu membuat gadis itu membulatkan matanya tidak menyangka bahwa orang yang menolongnya adalah orang yang sangat dingin dan sombong.

“hei…aku belum tahu siapa namamu” teriak gadis itu.

Sementara Taemin tidak memperdulikan terikan gadis itu dan terus melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.

“hei…aku benar-benar berterima kasih atas pertolonganmu” teriaknya lagi dan kembali namja itu tetap tidak menghiraukan ucapan terima kasih darinya yang kini sudah semakin menjauh dari tempatnya berada.

Gadis itu berdecak kesal dengan perlakuan namja yang sudah menolongnya hari ini.

~$$$~

Pluukk

Sebuah amplop yang terlihat sangat tebal di lempar ke atas meja yang beralaskan kaca bening oleh seseorang, lebih tepatnya seorang pria dewasa yang berusia sekitar 40 tahun pria itu mengenakan jas hitam terlihat sangat rapi seperti seorang bos besar. Sementara seseorang yang duduk santai dengan punggungnnya menyandar di sandaran bangkunya yang berada di seberang pria itu tersenyum miring melihat amplop tebal di hadapannya saat ini.

“aku mau kau menghabisinya”

Seorang namja yang berada di hadapannya kini mengambil amplop itu dan membukanya melihat isi yang ada di dalamnya, kemudian di lihatnya sejumlah uang yang di bilang tidak sedikit itu setelah itu ia melirik ke arah pria yang ada di hadapannya kini dengan tersenyum miring.

“tenang saja semuanya akan beres di tanganku”

Mendengar ucapan dari namja yang berada di hadapannya pria itu lantas tersenyum licik sepertinya rencananya akan berhasil dan sesuai dengan rencana.

~$$$~

“Minwoo~ya”

Mendengar namanya di panggil dengan cepat Minwoo menolehkan kepalanya ke belakang melihat siapa yang memanggilnya barusan, sedetik kemudian ia tersenyum mengetahui siapa orang yang memanggilnya.

“ini” katanya sembari menyodorkan tongkat baseball kepada Minwoo.

“aku menggantinya dengan yang baru” lanjutnya sembari merangkul Minwoo dan kemudian berjalan menuju gerbang sekolah yang kala itu terlihat ramai oleh para siswa yang akan masuk ke dalam sekolah.

gomawo Baekhyun~ah” jawab Minwoo senang karena benda kesayangannya kini sudah berada di tangannya setelah sudah sempat patah akibat ulah sahabatnya itu.

“lain kali kalau kau merusak tongkat baseball ku tidak akan aku ampuni” kata Minwoo mengancam sahabatnya itu. Sementara Baekhyun hanya tertawa mendengar ancaman dari Minwoo.

“waktu itu kan aku tidak sengaja mematahkannya itu semua juga karena ulahmu sendiri, bodoh” balas Baekhyun sembari menoyor kepala Minwoo, yang membuat namja itu sedikit meringis kesakitan.

“oh…ya tadi malam aku tidak sengaja melihat Taemin sunbae saat aku mengatar oemmaku belanja” kata Baekhyun, dan mendengar ucapan sahabatnya itu Minwoo langsung menegang mana kala mendengar nama hyungnya itu sedetik kemudian ia langsung menoleh kea rah Baekhyun ingin mendengar kelanjutan dari kata-kata dari Baekhyun. “kemarin malam aku melihatnya sedang berlari dengan sesorang dan aku tidak tahu orang yang sedang bersamanya itu” lanjut Baekhyun sembari pandangannya menerwang ke atas berusaha mengingat-ingat apa yang ia lihat malam itu.

“kau melihat Taemin hyung?” tanya Minwoo antusias.

ne, saat itu ia seperti di kejar oleh segerombolan laki-laki” jawab Baekhyun dan kini ia melirik kea rah Minwoo, yang saat itu Minwoo sangat terkejut dengan pernyataan dari Baekhyun, ia taku terjadi sesuatu terhadap hyungnya itu. Sejurus kemudian ia berlari ke dalam sekolah sebelum itu ia menyerahkan tongkat baseballnya yang tadinya berada di tangannya kepada Baekhyun, sahabatnya itu terkejut sekaligus heran dengan tingakah Minwoo yang tiba-tiba terlihat panic dan berlari ke dalam sekolah.

“YA! Minwoo~ya kau kenapa?” panggil Baekhyun tapi sayang panggilannya tidak di hiraukan oleh Minwoo.

“dia kenapa?, dasar aneh” gumam Baekhyun pelan sembari menggelengkan kepalanya dan menatap tongkat baseball milik Minwoo.

~~~

Namja itu terus berlari dan tidak memperdulikan tatapan aneh dari para siswa lain yang melihatnya berlari seperti di kejar hantu, yang di pikirannya hanyalah Taemin, hyung satu-satunya namja itu sangat khawatir akan keadaan hyungnya itu. Ia terus berlari menuju kelas hyungnya.

Aaarrggghhhh…

To Be Continue

Yuhuuuu giman readers apakah cerita ngebosenin, kependekankah, kepanjangankah? Semoga kalian menyukainya ya walaupun ceritanya agak ngawur dan ngebosenin, maaf kalau ff nya rada gaje karena ini pure hasil pemikiran dari ku dan hasil imajinasi yang aku ada di otakku..hehehehe. Dan untuk para readersnya mohon kritik dan sarannya ya karena demi kelangsungan ff ini dan agar bisa memperbaiki kekurangan dari cerita ini. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. Dan di tunggu ya cerita selanjutnya ^0^

~GOMAWO~

Advertisements

返信を残す~ Arigato^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s