Chaptered, Family, Fanfiction, Friendship, Romance, Tragedy

SACRIFICE [Part 1]

NEW-POSTER SACRIFICE

Title                       : SACRIFICE

Author                  : Redbaby

Cast                       : Lee Taemin (SHINee)

                                No Minwoo (BOY FRIEND)

                                Choi Jin Ri F(x)

                                Kang Yunjoo (OC)

                                Yesung (SUPER JUNIOR)

                                Lee Hongki (FT ISLAND)

                                Ren (Nu’EST)

                                Seungri (BIG BANG)

                                Byun Baekhyun (EXO K)

                                Oh Sehun (EXO K)

                                Park Chanyeol (EXO K)

Support Cast      :Jung YongHwa (CN BLUE)

                                Alice (OC)

                                Ect. (you can find this ff story)

Genre                   : Tragedy, Family, Life, Friendship, Romance

Rating                   : G ­- (General)

Disclamer           : Ini bukan ff pertama yang author buat, ff ini author udah pikirin mateng-mateng (?). semua cast pas banget sama karakter di cerita ini, ya…walaupun meleset dikit dari aslinya mereka. Hehehe, Alice dan Kang Yunjoo adalah buah imajinasi dari author kalau yang lainnya milik Tuhan dan agensi mereka masing-masing. Yaudah dari pada dengerin cuap-cuap dari author yang ga penting ini,mending langsung capcus aja ke ceritanya. Mian ya kalau dikit gaje dan banyak typo nya. Happy reading semua ^_~

                                Mian sebelumnya karena aku ngirimnya melenceng dari jadwal yang aku janjinkan ini karena aku bingung kelanjutan ff ini, dan aku juga sedikit sibuk,,,hehehehe,,,ok selamat membaca semua ^_~

~$$$~

Although you hate me

I’ll still love you Hyung

Although this life will be at stake

 

Author POV

Jalanan kota Seoul tampak begitu ramai cuaca hari itu sangat cerah dan lumayan

panas karena hari itu sudah memasuki musim panas sejak satu bulan yang lalu. Begitu banyak mobil berlalu lalang memadati jalan raya dan juga para pejalan kaki yang berlau lalang, padahal hari itu adalah hari minggu tapi tetap saja kota ini begitu ramai dan padat.

Di tengah ramainya para pejalan kaki terlihat seorang ibu dan anak laki laki yang berusia sepuluh tahun, tangan kanan ibu itu menggandeng tangan kanan anak laki laki itu sedangkan tangan kirinya menenteng tas belanjaan berwarna putih. Terlihat anak laki laki itu begitu senang karena sedari tadi ia tak henti hentinya tersenyum. Karena hari ini adalah hari special baginya, bagaimana tidak hari ini adalah hari ulang tahun ayahnya dan juga bertepatan dengan hari ulang tahunnya.

Mereka terlihat memasuki sebuah supermarket yang ada di seberang jalan dekat dengan halte bus. Setelah memasuki supermarket itu mereka langsung mencari barang yang akan mereka beli. Di tengah asyiknya memilih dan melihat lihat barang yang akan di beli, anak laki-laki itu merengek kepada ibunya.

“Bu…aku mau es krim” rengek anak laki laki itu kepada ibunya sembari menarik narik ujung baju ibunya yang kala itu sedang melihat lihat bahan masakan. Mendengar anaknya tidak kunjung berhenti merengek untuk di belikan es krim, ia menaruh kaleng makanan yang sempat ia ambil dan menoleh kea rah anak laki laki itu dengan seulas senyum dan mengelus puncak kepala anak itu lembut.

“iya…sebentar lagi ya sayang ibu masih memilih bahan-bahan yang akan ibu masak untuk merayakan ulangtahun ayahmu dan juga ulangtahunmu” ucap ibunya dengan lembut, setelah itu ia kembali berkutat dengan bahan makanan yang akan ia beli, sementara anak laki laki itu menganggukkan kepalanya mengerti.

Setelah semua barang yang di butuhkan sudah di beli mereka berduapun keluar dari supermarket itu, terlihat anak laki laki itu sedang menikmati ice cream yang di belikan oleh ibunya sambil berjalan. Sang ibu yang melihat anaknya yang terlihat sangat menikmati ice creamnya itu tersenyum senang.

Sepasang ibu dan anak yang kala itu terlihat sangat bahagia sedang menyusuri setiap jalan yang mereka lewati menuju apartemen rumahnya. Sang ibu tak henti hentinya memperlihatkan senyum bahagianya bagaimana tidak hari ini adalah hari special bagi dua orang yang begitu berarti dalam hidupnya, ialah suami dan anak laki laki satu satunya yang ia miliki. Ia benar benar menyayangi keduanya.

Tetapi langkahnya terhenti saat ia melewati sebuah restoran yang kala itu tidak terlalu ramai, saat itu pandangan matanya tidak sengaja melihat sesuatu yang tak pernah ia duga sebelumnya, sebuah pemandangan yang begitu menyakitkan baginya. Melihat ibunya hanya bengong dan tiba tiba berhenti begitu saja sontak anak laki laki itu menolehkan kepalanya ke atas ke arah sang ibu. Ia heran melihat ibunya tiba tiba menangis sambil melihat ke dalam restoran melalui jendela kaca restoran itu.

“ibu…ibu kenapa menangis?” tanya anak itu polos.

Tak kunjung mendapat jawaban dari ibunya ia terlihat kebingungan dan penasaran dengan apa yang ibunya lihat sampai menangis seperi itu, anak itupun mengikuti arah pandangan ibunya kea rah dalam restoran itu, seketika mata anak itu membulat tak percaya dan menoleh kea rah ibunya.

“ibu ayah lagi bersama dengan siapa?” tanya anak itu sambil menunjuk kea rah yang ternyata orang yang berada di dalam restoran itu adalah ayahnya sedang bersama dengan wanita lain. Mereka berdua terlihat sedang asyik bercanda dan sesekali mereka berdua bermesraan layaknya sepasang kekasih.

Lagi lagi pertanyaan anak itu tak kunjung di jawab oleh ibunya, saat itu ibunya terlihat begitu shock dengan apa yang ia lihat sekarang tepatnya ia hatinya begitu terpukul dengan apa yang ia lihat sekarang, ia tidak menyangka bahwa suami yang begitu ia cintai melakukan hal ini tepatnya selingkuh dengan wanita lain.

Tanpa berpikir panjang lagi ia memasuki restoran itu dengan belanjaan di tangan kanannya dan tangan kirinya menggandeng tangan anaknya.

BRAAKK

Wanita itu menggebrak meja dimana suami dan wanita yang dikencaninya duduk, sontak kedua orang itu kaget dan melihat kea rah orang yang menggebrak meja mereka. Setelah melihat siapa orang itu laki laki terkejut dan matanya membulat sempurna.

Tanpa aba aba wanita itu langsung mendaratkan tamparannya ke pipi sebelah kiri laki laki itu. Melihat adegan itu anak laki laki itu sangat terkejut ia tidak pernah menyangka bahwa ibunya akan menampar ayahnya dengan begitu keras. Ia tidak pernah melihat ibunya semarah ini sebelumnya, selama ini ibunya begitu baik dan tidak pernah marah marah walaupun ia melakukan kesalahan apapun karena ia tahu bahwa ibunya adalah orang yang begitu sabar, tetapi untuk saat ini yang baru pertama kalinya melihat ibunya semarah itu.

Sementara itu laki laki itu tidak bisa berbuat apa apa saat istrinya menamparnya karena ia tahu pasti saat ini istrinya begitu terpukul dan hatinya sangat sakit melihat kelakuannya yang mungkin tidak bisa di maafkan. Kini wanita itu tidak bisa menahan amarah dan tangisannya.

“sungyeon~ah…” gumam laki laki itu sambil memegangi pipnya kirinya.

Sementara itu waita yang di kencani oleh laki laki itu hanya bisa diam dan menundukkan kepalanya, karena ia tahu bahwa laki laki itu sudah menikah dan memiliki seorang anak bagaimana tidak laki laki itu adalah pimpinan di perusahaan tempatnya bekerja dan ia adalah sekertaris pribadi bosnya itu. Ia tahu bahwa perbuatannya ini salah, karena ia sudah merebut kebahagiaan sebuah keluarga.

“teryata selama ini dugaanku benar kalau kau ada hubungan dengan wanita itu” bentak Sungyeon “selama ini kau selalu pulang malam dan alasanmu selalu ada meeting dengan klien, tapi saat aku menelepon ke kantormu pegawaimu bilang kau tidak ada meeting dengan siapa siapa” kini ia berbicara dengan nada yang bergetar akibat menahan tangisnya.

“ aku mau kita cerai…” titah Sungyeon yang kini sudah tidak bisa menahan air matanya.

Mendengar ucapan dari Sungyeon sontak membuat laki laki itu membelalakkan matanya untuk kedua kalinya.

Belum sempat mengucapkan sepatah kata Sugyeon langsung meninggalkan laki laki itu keluar restoran dengan tetap menggandeng tangan anaknya. Tanpa ia sadari semua belanjaan yang tadi ia bawa terjatuh ke lantai.

“ibu…” panggil anak laki laki itu sambil berlari kecil menyesuaikan langkah ibunya yang sagat cepat.

“sungyeon…” panggil laki laki itu tapi tidak dihiraukan oleh Sungyeon yang tetap berlari ke luar restoran. Sedangkan wanita yang sedari hanya diam menyentuh pundak laki laki itu menyuruh agar tetap tenang. “maafka aku ini semua salahku” ucap wanita itu dengan raut wajah yang penuh dengan penyesalan, dan laki laki itu hanya diam dan menundukkan kepalanya, ia terhuyung lemas ke belakang karena ia benar benar tak menyangka akan begini jadinya, ini semua karena ulahnya menyakiti hati istrinya yang selama ini sudah sangat mencintai dan menyayanginya, kini ia tidak hanya terancam kehilangan istrinya bahakan ia akan kehilangan anak satu satunya.

Sementara itu Sungyeon tetap berjalan dengan cepat tanpa ia tahu akan pergi kemana sambil terus menggandega tangan anaknya.

“ibu kita aka pergi kemana?”

“kita akan pulang ke rumah mengambil barang barang milikmu dan ibu, kita akan ke rumah nenek di Daegu” jawab Sungyeon tanpa melihat kea rah anak laki laki itu.

“terus ayah bagaimana, Bu?”

“ayahmu akan tetap tinggal disini”.

Kini Sungyeon melewati jalan raya yang kala itu tampak begitu ramai oleh mobil yang berlalu lalang, tanpa memperhatikan rambu lalu lintas yang saat itu lampu bagi pejalan kaki berwarna merah Sungyeon tetap berjalan dan menyebrangi jalan raya yang ramai akan kendaraan yang bersiap jalan karena sudah lampu hijau.

Anaknya yang menyadari akan hal itu menarik tangannya agar berhenti karena lampu merah bagi pejalan kaki telah menyala.

“ibu berhenti !! itu lampu merah…bahaya kalau terus menyebrang!!”

Tapi sayangnya Sungyeon tidak mendengar perkataan anak kecil itu.

“ibuuuuuuuuuuuuu”

Mendengar teriakan anaknya Sungyeon akhirnya tersadar dari lamunannya, ia begitu kaget melihat sebuah mobil melaju dengan kencangnya kea rah mereka berdua. Reflek ia menoleh ke arah anaknya.

Dengan sekuat tenaga ia mendorong anaknya ke pinggir jalan yang sukses membuat anak itu terjatuh dan terpental ke trotoar jalan.

BRAAAAKKKK

Benturan yang begitu keras sangat jelas terdengar semua orang yang mendengar dan melihat kejadian itu langsung berhamburan ke tempat kejadian.

Sungyeon terpental jauh akibat tertabrak oleh mobil yang melaju kencang ke arahnya yang saat itu hampir saja mencelakai anaknya kalau saja ia tidak mendorong anaknya ke pinggir jalan. Kini Sungyeon keadaan sangat parah dengan kepala yang berlumuran darah dan serta mulut dan hidungnya mengeluarkan darah akibat benturan keras dari tabrakan itu.

“ibuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu”

***

“ibuuuuuuu…”

Seorang anak laki laki berusia sekitar 18 tahun terbangun dari tidurnya dengan nafas yang tersegal sengal seperti habis berlari.

“YAA!! Taemin~ah kenapa berteriak malam malam begini hah!?” tanya seorang laki laki yang notabene adalah teman sekamarnya kepada orang yang bernama Taemin itu yang terbangun akibat terikan temannya itu.

“kau mimpi di kejar hantu?” tanya temannya dengan mata yang setengah tertutup karena masih mengantuk.

“eh…mianhe Hongki~ya” jawab Taemin menoleh ke arah temannya yang bernama lengkap Lee Hongki itu.

“sudahlah kau tidur saja lagi…makanya sebelum tidur kau harus berdoa agar tidak bermimpi di kejar hantu” titah Hongki yang masih dengan mata setengah tertutup, dan setelah itu ia langsung tidur lagi dan mengeratkan selimutnya. Sementara Taemin menghela nafas perlahan dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menundukkan kepalanya. Malam itu ia menginap di rumah Hongki sahabatnya karena ia sangat malas pulang kerumahnya dan bertemu dengan wanita itu.

Keesokan paginya ia dan Hongki sahabatnya bersiap siap untuk masuk sekolah seperti biasa, sebenarnya ia malas sekali untuk sekolah hari ini karena moodnya lagi buruk akibat mimpinya tadi malam.

“aissh…dari tadi aku lihat wajahmu kusut terus, tidak enak di lihat” ucap Hongki saat berjalan di koridor apartemennya. Ya sedari tadi mulai dari bangun tidur, sarapan hingga sekarang mau berangkat sekolah Taemin hanya diam bahkan sahabatnya mengajaknya bicarapun tidak ia tanggapi sedikitpun, walaupun begitu Hongki tidak merasa kesal ataupun marah karena ia tahu kalau Taemin begitu pasti lagi ada masalah yang menimpanya.

“pasti karena mimpi burukmu tadi malam itu?” tanya Hongki lagi, dilihatnya Taemin hanya menganggukkan kepalanya pelan menjawab pertanyaannya.

“sudah ku bilang kalau mau tidur kau berdoa dulu agar tidak mimpi buruk dan di kejar setan” kata Hongki dengan nada mengejek dan terkekeh pelan.

Taemin mendelik kesal ke arah sahabatnya itu karena bukan hal itu yang membuat dirinya terlihat murung pagi ini melainkan sesuatu yang menyangkut masa lalunya.

~$$$~

Sesampainya di sekolah Taemin dan Hongki melewati koridor yang di padati oleh para siswa yang berlalu lalang memasuki kelas karena sebentar lagi bel masuk akan berbunyi. Mereka berdua berjalan dengan santai dan terlihat cool, sehingga tidak sedikit para gadis di sekolah ini yang mengagumi dan mengidolakan mereka itu di karenakan wajah mereka yang tampan. Mereka termasuk siswa yang popular di kalangan para sisiwi.

Setelah sampai di kelas Taemin langsung berjalan menuju tempat duduknya dan langsung menaruh tasnya di atas bangku miliknya, setelah itu ia membalikkan badannya dan melangkah menuju keluar kelas, Hongki yang melihat tingkah sahabatnya itu mengerutkan alis bingung bagaimana tidak sebentar lagi bel masuk akan berbunyi bukannya duduk dengan manis menunggu guru malah ia meninggalkan kelas.

“YAA!..Taemin~ah kau mau kemana?”

Taemin terus berjalan meninggalkan kelas tanpa menghiraukan panggilan dari Hongki saat berniat mengejar Taemin bel masuk akhirnya berbunyi, ia urungkan niatnya untuk mengejar Taemin di angkatnya kedua bahunya bertanda ia tidak mau ambil pusing dengan tingkah sahabatnya itu dan langsung melangkah menuju tempat duduknya.

Sekolah terlihat sepi karena para siswa sudah memasuki kelasnya masing masing karena bel masuk telah berbunyi beberapa menit yang lalu. Taemin menyusuri koridor sekolah menuju ke suatu tempat yang sering ia datangi jikalau moodnya lagi buruk seperti hari ini, di tempat itu setidaknya bisa menenangkan hatinya dan sedikit mengurangi beban yang ada di pikirannya saat ini.

Di hembuskannya nafasnya perlahan saat tiba di taman belakang sekolah lalu ia berjalan menuju tempat duduk yang terdapat tepat di pinggir danau yang terdapat di taman itu, sekolah Shinwa merupakan sekolah yang cukup popular di korea selatan apalagi letaknya di pusat kota Seoul, banyak orang orang ingin dapat bersekolah disana di karenakan kualitas sekolah itu sangat tinggi. Tetapi tidak untuk seorang Lee Taemin ia terpaksa bersekolah di sana karena ayahnya yang memaksanya untuk masuk ke sekolah itu, agar ia bisa mendapatkan pendidikan layak dan berkualitas baik.

Kini pandangannya lurus kedepan menatap indahnya danau yang terpampang luas di depannya, sedetik kemudian ia merogoh handhone yang ada didalamnya dan di psangkannya headset di kedua kupingnya, kini ia merasa sedikit lebih tenang dengan mendengar lagu lewat handphonenya.

“semua ini karena wanita sialan itu” gumamnya pelan sambil memejamkan kedua matanya dan setelah itu ia menundukkan kepalanya.

Sesuatu yang begitu menyakitkan baginya di masa lalu dan sampai sekarang pun rasa sakit bercampur dengan rasa kecewa begitu amat ia rasakan dan itu tidak akan pernah hilang dengan sekejap, walaupun ia sudah berusaha untuk melupakannya dan menerima semuanya dengan ikhlas karena semua itu sudah menjadi takdir yang di tentukan oleh Tuhan, tetapi tetap saja semua itu terasa berat baginya bagaimana tidak, seseorang yang begitu amat di sayanginya dan sesorang yang begitu berharga dalam hidupnya kini sudah pergi untuk selamanya. Ya…seseorang yang juga menyayanginya dan juga perhatian padanya yang selalu bersabar menghadapi segala kenakalan dan tingkah lakunya, dan selalu memberikan pelukan hangat yang selalu bisa memberikan ketenanangan baginya, tapi kini sosok itu telah tiada dan tidak akan ada lagi sosok itu. Itulah yang membuatnya terpukul.

“ibu…karena orang itu…” gumamnya pelan dengan kepala yang masih menunuduk, dan sedetik kemudian di angkatnya kepalanya memandang kembali danau yang terpampang indah di hadapannya. “aku membencinya…dan juga wanita itu”.

~$$$~

Kantin siang itu begitu ramai karena jam istirahat semua siswa mengantri membeli makanan untuk mengisi perut mereka yang meronta untuk di isi, termasuk Taemin dan Hongki mereka duduk di bangku paling pojok kantin itu.

“dari tadi kau kemana saja, huh? Pakai acara membolos segala” tanya Hongki sambil memakan ramyun kesukaannya.

“aku malas mengikuti pelajaran guru Kim, kau tahu sendiri kan aku tidak suka pelajaran matematika?” jawab Taemin dengan santai sambil memasukkan potongan roti bakar ke mulutnya.

Hongki hanya menganggukan kepalanya menanggapi jawaban Taemin tetapi sejurus kemudian ia ingat akan sesuatu dan ia pun langsung mengehentikan aktifitas makannya dan mengangkat kepalanya dan menatap Taemin yang kala itu sedang asyik memakan roti bakar kesukaannya.

“Taemin~ah…”

“wae?”

“Yesung hyung tadi menelepon ku dan ia ingin bertemu denganmu”

Seketika Taemin membeku dan aktifitas makannya terhenti setelah mendengar ucapan Hongki, ia diam sejenak lalu mengangkat kepalanya menatap sahabatnya itu.

“ada keperluan apa ia ingin bertemu denganku?”

“molla…ia hanya mengatakan itu saja” jawab Hongki dengan mengendikan kedua bahunya bertanda ia tidak tahu, sementara Taemin menghela nafasnya berat dan meleparkan pandangan matanya ke arah lain. Saat ini ia sedang berfikir kenapa orang yang bernama Yesung itu ingin menemuinya.

Saat ia sedang melamun matanya tidak sengaja melihat seorang gadis cantik dengan rambut panjangnya hanya sebahu duduk sendiri tidak jauh dari tempatnya sekarang gadis itu sedang menyantap makanannya. Ya…gadis itu selalu berhasil membuat Taemin terpesona akan kecantikan alami yang gadis itu miliki, ia menyukai gadis itu sejak penerimaan siswa baru tahun lalu, mereka beda dua tingkat Taemin kelas tiga dan gadis itu kelas satu.

Entah mengapa ia bisa menyukai gadis itu padahal banyak gadis gadis di sekolah itu yang menyukainya bahkan lebih cantik dari gadis yang di sukainya sekarang. Dimata Temin gadis itu berbeda dari gadis gadis lainnya yang selalu mengejarnya dan bahkan tidak sedikit yang menyatakan perasaan padanya, tetapi ia selalu menolaknya karena alasan ia sudah memiliki yeoja chingu sesungguhnya ia tidak ingin menyakiti hati dan perasaan perempuan, itulah Taemin.

Sadar akan gelagat aneh dari sahabatnya yang sedari tadi hanya melamun, ia kibaskan tangannya ke depan wajah Taemin tapi Taemin tidak menyadarinya malah terus melamun. Penasaran hal apa yang membuat sahabatnya tu melamun ia pun mengikuti arah pandangan mata Taemin. Ternyata hal itu adalah seorang gadis yang sedang duduk sendiri sambil memakan makanannya.

“kau masih menyukainya?” tanya Hongki dan pertanyaannya itu sukses membuat Taemin sadar dari lamunannya dan kembali ke dunia yang sesungguhnya (?).

“eh…” gumamnya

“kau masih menyukainya?” tanya Hongki mengulang kembali pertanyaan yang sempat ia lontarkan tadi.

“maksudmu siapa?” tanya Taemin balik untuk menutupi kegugupannya.

“siapa lagi kalau bukan gadis itu” jawab Hongki sambil menggerakkan kepalanya menunjuk arah gadis itu. “lebih baik kau ungkapkan saja perasaanmu padanya, memendam perasaan itu tidak baik karena itu sangat menyakitkan” jelas Hongki menasehati sahabatnya yang benar benar seorang laki laki pengecut.

“aku takut ia tidak menyukaiku”

“soal dia menyukaimu atau tidak itu urusan belakang yang penting hatimu sedikit lega karena sudah mengungkapkan perasaanmu selama ini padanya”

Taemin hanya diam mendengar ucapan Hongki, ada benarnya juga apa yang di katakana oleh sahabatnya itu. Tetapi untuk melakukan itu sekarang bukanlah waktu yang tepat pikirnya.

Taemin POV

Akhirnya bel pulang pun berbunyi aku bergegas membereskan buku bukuku dan memasukkannya di dalam tas ranselku, karena pulang sekolah ini aku harus menemui seseorang. Setelah semuanya sudah beres aku langsung beranjak keluar kelas tetapi sebelum itu aku berpamitan terlebih dulu pada Hongki karena hari ini aku tidak pulang bersamanya.

“Hongki~ya kau pulang duluan saja karena aku akan menemui Yesung hyung” kataku dan ia hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Setelah itu aku pun meninggalkan kelas.

Hari ini aku tidak membawa mobilku karena kemarin aku menginap di rumahnya, bukan hanya kemarin tapi sudah satu minggu aku menginap di rumahnya di karenakan aku malas pulang kerumah dan tadi pagi aku berangkat sekolah dengan Hongki dan menggunakan mobilnya karena mobilku sedang berada di bengkel, dan memutuskan untuk naik bis saja.

Tetapi kini langkah kakiku terhenti saat akan menuju gerbang sekolah, sial orang yang benar benar tidak ingin aku temui malah sekarang berada tidak jauh dariku. Aku pun melanjutkan langkahku tanpa menghiraukan keberadaannya dan berpura pura tidak melihatnya.

Lagi lagi langkahku terhenti saat ia memanggilku terpaksa aku membalikkan badan menghadap orang itu, padahal sebenarnya aku sama sekali tidak ingin melihat wajah orang itu.

“hyung…”

“wae?”

“oemma menghawatirkanmu, sudah satu minggu kau tidak pulang kerumah”

Cih aku muak mendengar ucapannya.

“maaf aku tidak punya oemma” jawabku datar dan langsung membalikkan badan dan bergegas pergi.

“setidaknya kau pulanglah walaupun hanya sebentar, agar oemma tidak terlalu khawatir karena sudah melihatmu dalam keadaan baik baik saja” ujarnya sedikit teriak mengingat sekolah ini begitu ramai dengan suara para siswa yang berlalu lalang, akupun berhenti sejenak.

“aku tidak pernah menyuruhnya untuk menghawatirkanku” kataku tanpa menoleh sedikitpun.

“aku mohon hyung”

Akupun tidak menghiraukan ucapannya lagi dan terus berjalan hingga akhirnya sebuah bus berhenti di depanku dan akupun memasuki bus itu.

~$$$~

Ku telusuri lorong apartemen milik orang yang akan aku temui dia adalah Yesung hyung, kalian tahu dia adalah adik kandung dari ibuku sekaligus merupakan anggota FBI korea selatan saat ini. Sebenarnya aku malas bertemu dengannya dia begitu cerewet aku tidak suka dengan orang cerewet, karena orang yang seperti itu adalah orang yang paling menyebalkan bagiku.

Setelah aku sampai di depan kamarnya tanganku bergerak menekan bel yang berada di sebelah kanan pintu kamarnya, tiba tiba terdengar suara dari intercom kamarnya.

“masuklah kau kan sudah tahu password partemenku sekarang aku lagi sibuk tidak bisa membukakan pintu untukmu”

“Aissh orang ini benar benar menyebalkan” gerutuku kesal dan kemudian aku menekan kode yang terdapat di bawah bel masuk apaertemennya. Dia pasti sibuk dengan itu, dan benar saja saat aku membuka pintu dan masuk ke dalam, ku lihat ia sibuk memberi makan kura kura miliknya. Aissh memang tidak ada hewan lain yang ia pelihara selain kura kura itu? Sekalian saja pelihara semut yang lebih kecil dari hewan itu.

Ku hempaskan tubuhku di atas sofa yang terletak di ruang tamu apartemennya setelah ia menyadari kedatanganku ia menoleh ke arahku setelah itu ia membereskan peralatan yang menyangkut peliharaannya itu.

“kau mau minum apa?” tanya Yesung hyung sambil berjalan kea rah dapur.

“terserah kau saja” jawabku sembari mengambil remote tv dan menyalakannya. Tidak lama kemudian Yesung hyung kembali dari dapurnya dan membawa segelas air putih dan memberikannya padaku lalu ia duduk di sofa tepat di depanku, akupun mengambil gelas itu dari tangannya dan meminumnya sampai habis kebeltulan aku sangat haus sehabis pulang dari sekolah tadi.

“untuk apa kau ingin bertemu denganku?” tanyaku to the point.

“kau masih berhubungan dengan mereka?” bukannya menjawab pertanyaanku ia malah bertanya balik padaku, aku menghela nafas perlahan sebelum menjawab pertanyaannya.

“hemm” gumamku menjawab pertanyaannya.

“kau tahu mereka sangat berbahaya…jadi ku mohon berhentilah kau melakukannya!” kata Yesung hyung sembari kepalanya menoleh ke arah tv yang aku nyalakan tadi, ku lihat raut wajahnya menyiratkan rasa khawatir padaku. Aku hanya diam tidak tahu harus menjawab apa, karena aku tidak bisa menuruti perintahnya kali ini.

“maafkan aku hyung…aku tidak bisa menuruti permintaanmu” jawab sembari menundukkan kepalaku. Aku tahu ia pasti kaget mendengar jawabanku.

“kenapa?”

“karena ini menyangkut harga diri dan juga…keselamatanku”

Saat itu juga ia membelalakkan matanya mendengar pernyataanku, ia terlihat begitu kaget dan setelah itu ia berdiri dari duduknya.

“sudah dari awal aku memperingatkanmu jangan melakukan hal yang bisa membahayakan dirimu, kau tahu selama ini aku melindungi dan menjagamu itu karena permintaan dari kakakku ibu kandungmu Lee Taemin” bentak Yeung hyung yang aku lihat ia sudah sangat marah padaku. “kau tidak kasian terhadap ibumu yang di sana, ia berharap anaknya akan menjadi orang baik dan berguna bagi semua orang, ia pasti akan sedih melihatmu yang seperti ini” lanjutnya lagi. Semua perkataanya benar aku sudah mengecewakan ibuku.

Aku hanya diam dan menundukkan kepala, ku kepal kedua tanganku untuk menahan emosiku sejurus kemudian aku berdiri dan menatap Yesung hyung yang kala itu ia benar benar sangat marah sekaligus kecewa padaku.

“mianhe”

Hanya itu yang bisa ku ucapkan karena aku tidak tahu apa yang harus aku katakana…Ibu maafkan aku.

 

To be continue

Yuhuuuu giman readers apakah cerita ngebosenin, kependekankah, kepanjangankah? Semoga kalian menyukainya ya walaupun ceritanya agak ngawur dan ngebosenin, maaf kalau ff nya rada gaje karena ini pure hasil pemikiran dari ku dan hasil imajinasi yang aku ada di otakku..hehehehe. Dan untuk para readersnya mohon kritik dan sarannya ya karena demi kelangsungan ff ini dan agar bisa memperbaiki kekurangan dari cerita ini. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. Dan di tunggu ya cerita selanjutnya ^0^

~GOMAWO~

Advertisements

返信を残す~ Arigato^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s