Fanfiction

EXPECTATION

 

Untitled-2

Title                       : EXPECTATION

Cast                       : Lee Sun Kyu (SNSD)

                                Park Chanyeol (EXO K)

Author                  : Redbaby

Genre                   : Romance

Rating                   : General

Lenght                  : Dribble

***

Di tempat ini, di malam ini, aku hanya berdiam diri. Aku hanya terduduk tanpa suara, yang terdengar hanyalah suara serangga malam di kesunyian. Yang aku lakukan hanyalah menatap langit malam yang terlihat begitu indah, dengan sinar sang rembulan yang senantiasa setia menemani langit dikala malam menjelang.

Tanpa disadari aku menangis akan hal itu, menangis karena pemandangan yang tersaji dengan indah di hadapanku itu sangat kontras dengan apa yang terjadi padaku saat ini. Langit yang begitu ramai dengan bintang-bintang sementara aku hanya sendiri tanpa ada yang menemani.

Perlahan tapi pasti ciran bening dengan leluasa membasahi pipiku ketika pandanganku terhenti di suatu tempat yang tak asing lagi bagiku. Tempat dimana aku dengannya memulai hal-hal yang tak akan pernah terlupakan begitu saja. Aku menghampiri tempat itu dengan langkah tertatih, kaki ini terasa begitu berat untuk di langkahkan. Ya, tempat ini tak pernah berubah sama seperti dulu. Sekelabat bayangan masa lalu muncul di benankku.

“apa yang kau lakukan disini?” seorang anak laki-laki berumur sepuluh tahun menghampiriku yang kala itu sedang kesepian di malam yang begitu dingin. Tanpa ada keingin tahuanku kepada anak laki-laki itu, aku hanya diam menatap tanah di hadapnku.

“apa kau tidak kedinginan?” tanya laki-laki itu sembari mengambil duduk di sampingku, sama dengan posisi awal, aku hanya diam tak bergeming.

“kenapa kau hanya diam!, apa kau tuli?”

“…aku menunggu ibuku”

Hanya mengingat kenangan itu saja, sudah membuat hatiku sakit. Oh Tuhan, kenapa semua itu begitu terasa menyakitkan bagiku. Air mataku tak bisa ku bendung lagi, dadaku begitu sesak. Dengan sekuat tenaga kedua tanganku meremas dadaku yang saat ini begitu sesak dan terasa sakit.

Dengan leluasa kenangan itu muncul di tempat ini, bayangan lelaki itu tak henti-hentinya menghantuiku saat ini. Senyuman hangatnya terpancar dengan indah di wajahnya, tak dapat ku pungkiri senyuman itu sangat aku rindukan.

“hei! Kenapa kau menangis?”

“…ibu meninggalkanku”

“tenang saja, ibumu tidak akan pernah meninggalkanmu”

“dari mana kau tahu?”

“karena ibumu akan selalu di sini” ucap laki-laki itu dengan tersenyum lembut sembari meletakkan kedua tangannya di depan dada. Hal itu yang bisa membuatku tenang, dia benar ibu tidak akan pernah pergi meninggalkanku, dan dia akan selalu ada di sini—di hatiku.

Lagi. Air mataku mengalir dengan bebas membasahi pipiku. Setiap kenangan yang muncul bagaikan roll film itu selalu sukses membuatku tepuruk.

Park Chanyeol—

Apa salahku hingga kau begitu tega padaku?

Kenapa kau pergi meninggalkanku disaat aku membutuhkanmu?

Kenapa kau mengingkari janjimu untuk tidak pernah meninggalkanku?

Kini, aku bangkit dan menghapus air mata yang sedari tadi dengan bebasnya mengalir deras. Kini aku hanya dapat merelakan kepergianmu, walau jauh di dalam hatiku aku tak rela. Sekarang aku tersenyum, walau senyuman ini tak seperti dulu.

Saat ini dan di tempat ini aku akan berusaha melupakanmu, melupakan semua yang telah terjadi di antara kita. Terima kasih atas semuanya Park Chanyeol, walau pada akhirnya semua itu terasa menyakitkan untukku. Aku berharap suatu saat nanti akan ada laki-laki yang sebaik dirimu.

Advertisements

返信を残す~ Arigato^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s