Fanfiction, Romance, Two Shoot

Alone [Chapter 1]

120915_immortalsong2_recap

Title                      : ALONE

Author                 : Redbaby (Redbaby_ssi)

Cast                       : Lee Sungie (OC)

                                Park Chanyeol (EXO)

                                Choi JinRi F(x)

Genre                    : Romance

Rating                   : T ­- (Teen)

Length                  : Two shoot

Disclamer           : Annyeong^^ ini adalah ff pertama q di sini dan merupakan ff pertamaku yang bergenre romace karena aku sering buat ff yang bergenre tragedy dan yang lainnya karena aku ga terlalu pintar untuk membuat ff romance, hehehehe. Ok disini aku pake chanyeol sebagai castnya dan juga sulli karena mereka sepertinya past dengan cerita yang aku buat. Oke readers dari pada dengerin author komat-kamit ga jelas mending langsung di baca aja ya^^ happy reading semuaaaa 😀 annyeong ^^

~***~

Aku akan bahagia jika kau bahagia

Aku akan sedih jika kau bersedih

Aku akan kecewa jika kau menyakiti hatinya

Aku bisa hidup tanpamu walau aku sendiri

~ALONE~

 

“Sungie~ya…”

“………”

“kita harus mengakhiri hubungan ini”

Mendengar kata-kata itu membuat hatiku hancur seketika pertahanan yang sedari tadi aku bangun kini hancur sudah. Air mata ini tidak mampu aku bendung lagi dan kini mengalir bebas membasahi pipiku. Tetapi aku terus berusaha untuk tidak terlihat lemah di hadapan seorang namja yang sudah membuat hatiku terpuruk dan hancur. Ya, dia Park Chanyeol namja chinguku tetapi status itu tidak akan berlaku lagi sekarang karena hari ini dia bukanlah namja chinguku melainkan mantan namja chinguku.

Aku memaksakan diriku tersenyum di hadapannya setelah dengan cepat tanganku mengusap air mata di wajahku.

“b…ba…baiklah kalu itu maumu” kataku berusaha mengeluarkan kata-kata yang sebernarnya tidak ingin aku keluarkan dari mulutku ini karena sejujurnya aku tidak ingin menuruti kemauannya yang ingin mengakhiri hubungan yang sudah lima tahun terjalin. Begitu banyak kenangan yang aku lalui dengannya sedih senang kami lalui bersama, dan sekarang semuanya hancur tak berbekas. Semudah itukah ia melupakan semuanya?.

“maafkan aku kalau selama ini aku selalu menyusahkanmu dan selalu membuatmu kesal…semoga keputusanmu ini adalah keputusan yang tepat dan yang terbaik untuk kita berdua…semoga suatu saat nanti kau mendapatakan yeoja yang jauh lebih baik dariku” kataku dengan suara yang bergetar karena menahan diri agar tidak menangis dan berusaha untuk tersenyum.

Sementara namja yang berada di hadapanku kini hanya menundukkan kepalanya dan tidak mengucapkan sepatah katapun. Kini hatiku benar-benar sakit dan sekaligus benci melihatnya.

“terima kasih untuk semuanya…Park Chanyeol…” itulah kata-kata terakhirku untuknya sebelum beranjak pergi meninggalkannya.

Author POV

Kini yeoja itu, Lee Sungie bersiap untuk beranjak melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu dan juga namja yang sedari tadi hanya diam, tetapi setelah Sungie melangkahkan kakinya namja itu mengangkat kepalanya berniat untuk mencegah yeoja itu untuk pergi, tetapi di urungkannya niatnya karena sesungguhnya jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia tidak rela melepaskan Sungie pergi begitu saja tetapi inilah yang terbaik untuknya dan juga Sungie.

minahe” lirih chanyeol sambil menatap punggung yeoja itu yang semakin lama semakin menjauh dari pandangannya.

Sementara itu Sungie berusaha menghapus air mata yang sedari terus mengalir membasahi pipinya dengan kedua tangannya. Ia terus berlari tanpa tahu kemana arah yang akan ia tuju yang di butuhkannya sekarang adalah tempat yang bisa menenangkan dirinya.

Sekarang sampailah Sungie di halte bus yang kala itu hanya ada dua orang saja yang sedang menunggu bus, hanya membutuhkan lima menit bus yang di tunggupun datang dengan langkah gontai Sungie menaiki bus itu dan sesampainya di dalam bus ia memilih untuk duduk di kursi paling belakang, untung penumpangnya tidak terlalu banyak hanya ada lima orang saja yang ada di dalam bus itu sehingga ia tidak perlu untuk berdesak-desakan.

Di sandarkannya kepalanya di kepala kursi yang ia duduki sembari kepalanya mengarah arah luar jendela memandangi pemandangan kota Seoul sore itu. Tanpa di sadari air matanya kini mengalir keluar kala ia mengingat kenangan yang ia lalui bersama Chanyeol tidak mudah memang melupakan semuanya dengan sekejap, bagaimana pertama kali pertemuannya dengan Chanyeol saat ia masih duduk di bangku kelas dua SMP.

#FLASHBACK#

“anak-anak kelas kalian kali ini kedatangan murid baru dia pindahan dari jepang” kata guru Lee dan mempersilahkan murid baru itu untuk masuk dan memperkenalkan diri di depan kelas.

“annyeonghaseyo chonen Lee Sungie imnida bongapsumnida” kata Sungie memperkenalkan diri sembari membungkukkan badan 45 derajat dan tersenyum ramah di hadapan para siswa di kelas itu.

“baiklah sekarang kau boleh duduk di bangku paling belakang” ujar guru Lee sambil menunjuk bangku kosong yang berada paling belakang.

“kamsahamnida” ucap Sungie sambil membungkukkan badan sopan dan setelah itu ia menuju bangku yang sudah di tunjukkan oleh guru Lee padanya.

“Park Chanyeol imnida” kata seorang lelaki dengan menjulurkan tangannya kepada Sungie saat sudah duduk di bangkunya. Lelaki itu tersenyum manis ke arah Sungie.

“Sungie imnida” ucap Sungie membalas uluran tangan lelaki yang bernama Chanyeol itu kemudian tersenyum ramah.

#FLASHBACK END#

Kakinya kini melangkah menyusuri pasir putih yang terhampar luas di hadapannya, suara deburan ombak yang membuat hati tenang dan langit yang berwarna jingga kala sore itu begitu indah di pandang mata.

“AAAAAAAAAAAAA…DASAR NAPPEUN NAMJA AKU BENCI PADAMU PARK CHANYEOL KAU ADALAH LAKI-LAKI BERENGSEK YANG PERNAH AKU KENAL DAN AKU SANGAT MENYESAL TELAH MENGENALMU DALAM HIDUPKU KENAPA KAU BEGITU TEGA PADAKU APA SALAHKU PADAMU?”

“AKU BENAR-BENAR MEMBECIMU PARK CHANYEOL”

~ALONE~

“YA! Lee Sungie ireonaaaaaaaa” teriak seorang wanita paruh baya sambil menarik-narik selimut yang melekat menutupi seluruh tubuh Sungie.

“Oemma sebentar lagi aku masih mengantuk” jawab Sungie sembari menarik selimut yang tadi sempat di tarik oleh oemmnya.

“kau pikir ini masih jam berapa, huh? Kau tidak kuliah?” kata oemmanya dengan kembali menarik selimut yang tadi di tarik oleh Sungie.

“memang ini sudah jam berapa oemma?” tanya Sungie dengan mata yang masih tertutup.

“ini sudah jam 8 Sungie~ya” jawab oemmanya menoleh kea rah jam beker yang ada di atas meja belajar milik Sungie. Mendengar itu Sungie langsung bangun dan secepat kilat melompat dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.

“kenapa oemma tidak membangunkanku dari tadi” teriak Sungie dari dalam kamar mandi, sedangkan oemmanya mendengar teriakannya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.

~***~

Dengan langkah gontai yeoja berambut sebahu itu melangkahkan kakinya melewati koridor kampus menuju kelasnya, Sungie terus berjalan dengan menunudukkan kepalanya. Tiba-tiba langkahnya terhenti saat menyadari seseorang berdiri tepat di hadapannya, di angkatnya kepalanya agar bisa melihat siapakah orang yang berhenti tepat di depannya.

Setelah melihat siapa orang itu seketika matanya membulat dan darah sekujur tubuhnya berdesir hebat saat melihat sosok yang kini berdiri tepat di hadapannya adalah orang yang sangat di benci sekaligus ia cintai, ya dia adalah Park Chanyeol.

Tetapi sejurus kemudian ia menatap Chanyeol dengan tatapan yang begitu tajam, dari sorot mata yeoja itu terlihat jelas kebencian dan kekecawaan terhadap namja yang berada di hadapannya kali ini. Sedangkan Chanyeol terlihat begitu kaget melihat tatapan yang begitu tajam dari mantan yeoja chingunya itu karena selama ini Sungie tidak pernah menatapnya seperti itu sekalipun yeoja itu kesal padanya. Tetpai kali ini yeoja itu terlihat sangat membencinya terlihat jelas dari sorot matanya, dan Chanyeol merasa sangat bersalah karena telah menyakiti hati Sungie.

Setelah keduanya saling bertatapan Sungie melemparkan pandangannya kea rah lain karena ia tak ingin rasa sakit di dalam hatinya begitu dalam saat melihat mata hitam milik mantan namja chingunya itu. Dan kemudian ia bernajak dari tempatnya berdiri sekarang meninggalkan Chanyeol yang saat itu lagi-lagi hanya bisa diam tak mampu untuk mengeluarkan kata-kata.

~ALONE~

“Chanyeol~ah” panggil seseorang dari arah belakang yang sontak membuat Chanyeol menghentikan langkahnya yang saat itu akan memasuki gedung apartemennya, ia langsung menoleh kea rah sumber suara melihat siapa orang yang telah memanggilnya. Ia begitu tak percaya dengan apa yang di lihatnya sekarang matanya membulat sempurna dan darah dalam tubuhnya berdesir hebat kala mengetahui orang yang begitu tak asing lagi baginya. Sementara orang itu tersenyum manis ke arah Chanyeol, dan setelah itu orang yang memanggilnya itu langsung berhambur ke arahnya memeluknya dengan erat.

“boghosipoyo”

“J…Jin…Ri~ya sejak kapan kau ada disini? Bukannya kau ada di prancis?”

“appaku di pindah tugaskan kesini dan kami sekeluarga pindah Seoul”

Kini yeoja yang bernama Jinri itu melepaskan pelukannya dan tersenyum lebar sedangkan Chanyeol masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Ya, dia begitu tak percaya bisa melihat sosok yang telah lama ia rindukan selam ini.

“Chanyeol, apa kau tidak merindukanku?” tanya Jinri.

“eh…te…tentu saja aku sangat merindukanmu Jinri~ya” jawab Chanyeol terbata-bata bahkan sekarang ia salah tingkah tidak tahu harus melakukan apa di hadapan yeoja itu.

Sementara itu tanpa Chanyeol sadari tidak jauh dari tempatnya sekarang ada seseorang yang telah memperhatikannya.

Sungie POV

Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang aku lihat sekarang kini mataku memanas dan sedetik kemudian air mata ini mengalair dengan bebasnya.

Sakit

Ya rasa itu jelas terasa di hatiku bagaikan seperti di tusuk oleh ribuan pisau, apa ia sudah tidak mencintaiku lagi? Sampai-sampai ia memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini? Apa karena ia sudah mencintai yeoja lain selain aku sekarang? Apa yeoja itu yang ada di hatinya sekarang?. Itulah pertanyaan yang ada di dalam otakku kali ini.

Kau begitu jahat Chanyeol

Dengan sekuat tenaga aku berlari menjauh dari tempat itu aku tidak peduli tatapan orang-orang padaku seperi apa kali ini.

Sial…kenapa aku begitu rapuh dan kenapa aku harus menangis lagi? Hanya karena namja berengsek itu.

To Be Continue

Yuhuuuu gimana readers apakah ceritanya ngebosenin, kependekankah, kepanjangankah? Semoga kalian menyukainya ya walaupun ceritanya agak ngawur dan ngebosenin, maaf kalau ff nya rada gaje karena ini pure hasil pemikiran dari author sendiri dan hasil imajinasi yang ada di otak author..hehehehe. Dan untuk para readersnya mohon kritik dan sarannya ya karena demi kelangsungan ff ini dan agar bisa memperbaiki kekurangan dari cerita ini. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. Dan di tunggu ya cerita selanjutnya ^0^

Dan mian ya ceritanya agak pendek di part 1 karena ideku mentok sampai disini tetapi nanti author bakal panjangin lagi di part 2 nya yang sekalgus menjadi ending dari certia ini,,,wuuehehehehe 😀

**KAMSHAMNIDA**

Advertisements

返信を残す~ Arigato^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s